PT. Cipta Bina Sesama – HRD & Training Consultant

Who am I?

Setiap orang memiliki kekhasan masing-masing dalam perilaku maupun pandangan hidupnya. Seseorang biasanya bersikap dan bertindak sesuai dengan sifat dasarnya, karena setiap orang memiliki ‘DNA’ perilaku yang asli atau perilaku bawaan. Namun, seiring dengan interaksi dengan orang lain, maka seseorang biasanya berusaha menyesuaikan dirinya agar dia bisa diterima. Situasi lain dimana dia berada dalam tekanan juga membuat orang harus berperilaku berbeda jika diperlukan. Untuk mencoba menggambarkan perilaku seseorang maka perangkat DISCinsights ™ memberikan kepada kita cara memahami diri kita sendiri.

The DISCinsights™ mengukur perilaku seseorang dalam tiga bagian yang digambarkan dalam tiga jenis grafik yaitu: Grafik 1 yang disebut Mask  atau topeng; Grafik 2 yang disebut  Inti atau profil dalam tekanan dan Grafik 3 yang disebut Mirror atau  Cermin diri.

Grafik 1 (Mask atau Topeng)

Grafik 1 menggambarkan perilaku Anda ketika Anda harus menyesuaikan diri dengan orang lain atau situasi yang dihadapi. Semua orang ingin diterima, sehingga orang biasanya menyesuaikan perilaku mereka dengan apa yang diharapkan oleh orang lain. Sangat sedikit orang yang dengan sengaja memilih untuk bertindak dengan cara yang berada di luar norma-norma perilaku yang umum dalam suatu lingkungan. Grafik 1 menggambarkan perilaku yang dimunculkan ke publik yang merupakan tuntutan yang dirasakan lingkungan Anda.

Kadang-kadang tidak ada perbedaan antara “perilaku asli” (Grafik 3) Anda dengan perilaku ‘Topeng’ ini. Jika Anda sangat nyaman dan sangat cocok dengan tuntutan dari lingkungan Anda, atau jika Anda dengan jelas memahami harapan lingkungan dan telah diadaptasi dengan baik oleh Anda sendiri, maka Grafik 1 dan Grafik 3 akan menunjukkan kesamaan. Dalam situasi ini, Anda akan memiliki tingkat stress atau ketidaknyamanan yang sangat rendah, karena tidak ada perbedaan antara ‘Topeng’ dengan ‘Asli’nya Anda.

GRAFIK 2 (Inti atau Gambaran dalam Tekanan)

Semua orang menghadapi situasi yang sulit dan menantang dalam kehidupannya, yaitu situasi yang mungkin diliputi oleh rasa takut, stres atau tekanan. Situasi ini mungkin berlangsung sebentar saja atau bagi beberapa orang berlangsung lama. Setiap orang, belajar untuk bersikap atau melakukan tindakan untuk meminimalkan perasaan negatif, atau menghilangkan situasi yang tidak menyenangkan secepat mungkin. Sebagian besar perilaku ini dikembangkan pada tahun-tahun pembentukan kepribadian kita.

Saat kita menghadapi situasi yang menyebabkan kecemasan atau ketegangan, perilaku yang bersifat naluriah biasanya muncul cukup menonjol. Kita selalu dalam proses belajar untuk mendapatkan hasil terbaik. Perilaku seseorang di bawah tekanan mungkin secara signifikan berbeda dari perilaku ‘Topeng’ dan ‘Asli’ mereka. Seseorang yang biasanya pendiam, mungkin akan menjadi sangat riuh rendah ketika situasi yang dihadapi dirasakan menuntut hal itu. Sementara ada yang tidak mengalami hambatan untuk tetap tenang dalam situasi yang sama. Jenis tanggapan terhadap tekanan dari setiap individu berbeda-beda dan beragam, tetapi akan cenderung tetap konstan untuk setiap individu.

GRAFIK 3 (Mirror atau Persepsi Diri atau Asli seseorang)

Semua orang membayangkan dirinya sendiri dengan cara tertentu. Kita melihat diri sebagai “orang di depan cermin” dan melihat diri kita dengan cara yang orang lain tidak bisa melakukannya. Kita sendiri tahu setiap aspek dari pikiran kita dan karakter kita. Hanya kita sendiri yang mengetahui kedalaman dan intensitas perasaan kita terhadap sesuatu. Grafik 3 menampilkan gambaran bahwa seseorang memiliki “potret diri” atau identitas diri. Dengan kata lain, Grafik 3 ini adalah hasil pengukuran citra diri seseorang.

Meskipun perubahan dalam persepsi diri individu bisa terjadi, perubahan ini biasanya bertahap untuk dilakukan. Namun, perubahan signifikan dalam diri dapat terjadi jika seseorang mengalami peristiwa emosional yang sangat menyentuh. Jika hal ini terjadi, maka akan ada masa transisi yang mengakibatkan peningkatan tingkat ketidaknyamanan sementara.