PT. Cipta Bina Sesama – HRD & Training Consultant

KEPERCAYAAN DIRI

Perasaan rendah diri seseorang ada yang berkembang lebih kuat dan ada pula yang kurang kuat. Terdapat berbagai penyebab diantaranya adalah ketidakmampuan secara fisik dan juga mental yang dapat menyebabkan rasa rendah diri yang mencolok. Contoh yang paling ekstrim adalah seorang pelari Amerika yaitu Wilma Rudolp yang semasa kecil terserang penyakit polio yang menyebabkan kakinya pincang. Tapi dia terus berusaha untuk mengatasi kepincangannya dan rasa rendah dirinya dengan berusaha mengatasinya dengan berlatih keras agar dapat meraih prestasi dalam bidang yang dia bisa kelola. Hasilnya adalah pada Olimpiade Roma tahun 1960 dia mampu mencapai kemenangan. Ini tidak berarti bahwa tiap korban polio dapat menjadi juara Olimpiade, karena ini tergantung pada kemampuan fisik dan juga cita-cita serta kesanggupan dalam menjalani latihan.

Seorang ahli ilmu jiwa yang terkenal yaitu Alfred Adler mencurahkan hidupnya pada penyelidikan rasa rendah diri. Dia mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling penting adalah kebutuhan akan kepercayaan diri dan rasa superioritas.

Dalam hubungan dengan orang lain, rasa rendah diri terlihat sebagai rasa malu, kebingungan, rendah hati yang berlebihan, kemasyuran yang besar, kebutuhan yang berlebihan untuk pamer dan keinginan yang berlebih-lebihan untuk dipuji.

Terlalu percaya pada diri sendiri yang sangat berlebihan cenderung tidak positif dan umumnya dapat menjurus pada ketidakhati-hatian. Karena tingkah laku mereka seringkali menyebabkan konflik dengan orang lain.

Menurut pendapat ahli ilmu jiwa ini ada dua cara manusia beraksi untuk menutupi rasa rendah diri, yaitu menyerah dan kompensasi. Menyerah berarti bahwa rasa rendah diri dianggap sebagai perbaikan terhadap kepercayaan pada diri sendiri yang dapat dicapai.

Alder menyadari bahwa rasa rendah diri sering dikompensasi. Kompensasi ini mengambil berbagai bentuk. Salah satu cara adalah kompensasi langsung seperti yang dilakukan oleh Wilma Rudolph, yang terkena polio. Orang yang tak yakin tentang dirinya sendiri dapat mencari kompensasi untuk menutupi rasa rendah dirinya justru dalam bidang kekurangannya. Satu contoh lain untuk menggambarkan ini adalah seorang Yunani yang bernama Demosthrena. Walaupun semasa kanak-kanak dia menderita gagap tapi dia dapat membuat dirinya menjadi seorang pembicara yang cemerlang setelah melalui latihan yang berat.

Cara kedua adalah kompensasi dalam bidang lain. Untuk mengkompensasikan suatu kelemahan, beberapa kemampuan lain dikembangkan dengan sangat sempurna. Misalnya  hasil yang lemah dan tidak menonjol dalam olah raga, dengan ketekunan yang luar biasa dapat mencapai hasil yang sangat baik dalam kegiatan intelektual. Orang lain yang tak maju dalam pekerjaannya mungkin punya suatu dengan hobi dimana dia dapat mencurahkan seluruh tenaganya. Dengan kepuasan yang diperoleh melalui kompensasi ini rasa percaya diri sendirinya menjadi naik.

Jika seseorang tak berhasil menaikkan kepercayaan pada diri sendiri dengan latihan langsung atas kelemahannya atau dengan mengembangkan bakat pengganti, maka dia akan beralih pada “penipuan” dalam melakukan hal ini, dia tidak hanya menipu orang lain, tapi juga menipu dirinya sendiri. Bentuk tingkah laku kompensasi seperti ini adalah keras kepala, dogmatis, menggunakan sikap menakut-nakuti dan menentang. Perasaan rendah diri tidak disesuaikan tapi ditekan. Jadi kepercayaan pada diri sendiri yang diperlihatkan oleh orang yang dogmatis, orang yang banyak omong dan keras kepala tidaklah jujur dan mudah digoyahkan.

Oleh karena itu penting bahwa Anda tidak bersandiwara dengan rasa kepercayaan diri sendiri, tapi anda tetap mengembangkannya dari dalam kepribadian Anda sendiri. Jauh lebih penting bagi Anda untuk tidak hanya mengkompensasi suatu kelemahan dengan suatu kelebihan, tapi juga bahwa Anda dapat menerima sebagaimana adanya. Hanya dengan cara begitu dapat diletakkan dasar untuk kepercayaan diri yang baru dan sehat.

Di bawah ini ada sepuluh petunjuk untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri.

  1. Carilah sebab-sebab Anda merasa rendah diri. Sekali Anda mengetahui sebab-sebab itu maka Anda sudah mendapatkan prasyarat yang sangat penting untuk suatu perbaikan kepercayaan diri sendiri.
  2. Atasi kelemahan Anda. Anda harus memiliki kemauan yang kuat. Karena hanya dengan begitu Anda akan memandang suatu perbaikan yang kecil sebagai keberhasilan yang sebenarnya.
  3. Cobalah kembangkan bakat dan kemampuan Anda lebih jauh. Dengan cara ini Anda mengadakan kompensasi bagi kelemahan Anda, sehingga kelemahan itu tidak penting lagi bagi Anda.
  4. Bahagialah dengan keberhasilan Anda dalam suatu bidang tertentu dan janganlah ragu-ragu untuk bangga atasnya.
  5. Bebaskan diri Anda dari pendapat orang lain. Janganlah berbuat berlawanan dengan keyakinan Anda sendiri. Karena  hanya dengan begitu Anda akan merasa merdeka dalam diri sendiri dan yakin.
  6. Jika misalnya, Anda tidak puas dengan pekerjaan Anda, tapi tidak melihat sesuatu kemungkinan untuk memperbaiki diri Anda, maka kembangkanlah bakat-bakat Anda melalui suatu hobby. Dengan begitu Anda dapat mengkompensasikan kekecewaan dan dapat menjaga diri dari ketidak yakinan atas diri sendiri.
  7. Jika Anda diminta untuk melakukan suatu pekerjaan yang sulit, cobalah melakukan pekerjaan tersebut dengan rasa optimis.
  8. Pahamilah potensi dan kemampuan diri kita sendiri. Dengan memahami potensi dan kemampuan diri, maka cita-cita dapat dibuat dengan serealistis mungkin.
  9. Janganlah terlalu sering membandingkan diri Anda dengan orang lain. Ada banyak hal yang dapat dilakukan lebih baik oleh orang lain dibanding dengan Anda. Jika Anda terus menerus membandingkan diri Anda dengan orang lain maka ada kemungkinan Anda akan kecewa dengan diri Anda sendiri. Dan ini tidak baik bagi harga diri Anda sendiri.
  10. Fokus pada apa yang bisa anda lakukan ketimbang melakukan yang orang lain lakukan.

Adapted from : Peter Lauster 1994